Detail Cantuman Kembali
kekuatan bending pada balok laminasi jati putih sebagai material pembuatan kapal kayu
Kapal-kapal nelayan pada umumnya terbuat dari kayu, namun seiring berjalannya waktu ketersediaan kayu untuk pembuatan kapal mulai sulit untuk didapatkan, mengingat harganya yang semakin mahal untuk jenis dan kualitas kayu, seperti kayu jati. Sehingga diperlukan alternatif kayu lain untuk mengganti kayu jati misalnya laminasi kayu jati putih. Kayu jati putih bisa menjadi opsi dikarenakan cepat tumbuh dan banyak ditanam serta memiliki tekstur yang hampir sama dengan jati. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui nilai kekuatan dari laminasi kayu jati putih melalui pengujian bending. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai dari kekuatan bending laminasi kayu jati putih (Gemelina arborea) serta hasil perbandingan dengan jati alam (Tectona grandis). Penelitian ini menggunakan lima jenis variasi dengan ukuran yang sama 2x2x36cm, yaitu KJ (Kayu Jati), KJP (Kayu Jati Putih), LKJP (Laminasi Kayu Jati Putih) dua, tiga, dan lima lapis yang mengacu pada Japanese Industrial Standard (JIS Z 2113, 1963) untuk mengetahui nilai kekuatan bendingnya, kemudian dilakukan Analisa nilai rata-rata dari hasil pengujian bending dan dibandingkan dengan nilai bending kayu jati (Tectona grandis). Dari hasil pengujian yang dilakukan didapatkan nilai rata-rata untuk KJ 215,53 kg/cm2, KJP 173,35 kg/cm2, LKJP 2 lapis 176,75 kg/cm2, LKJP 3 180,15 kg/cm2, LKJP 5 149,56 kg/cm2. Berdasarkan nilai rata-rata tersebut, Laminasi kayu jati putih masih lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata kayu jati alam.
621.22.17 Teg k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2022
Surabaya
xi, 66 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







